Kisah Nyata Pendakian Gunung Menguak Misteri Horor "Petaka Gunung Gede" persembahan Starvision yang diadaptasi dari kisah nyata tayang di bioskop mulai 6 Februari 2025 di Bioskop Indonesia.

Sebuah kisah persahabatan yang mengharukan tersaji dalam petualangan pendakian Gunung Gede, antara Maya (Arla Ailani) dan Ita (Adzana Ashel). Keduanya adalah sahabat sejati di SMA, yang sedang liburan sekolah. Mereka menikmati momen-momen bersama, berfoto di photobox, mendengarkan Sheila On 7, hingga saling berbagi cerita.

Ketika Indra (Raihan Khan), kakak Maya tengah merencanakan pendakian Gunung Gede bersama teman-temannya, Maya mengajak Ita untuk ikut rombongan. Namun, di tengah perjalanan menuju puncak Gunung Gede, serentetan peristiwa mengerikan terjadi. Mulai dari Ita yang kesurupan, berbagai gangguan suara hingga penampakan menyeramkan, juga muncul selama pendakian mereka. Mulanya, teman-teman Indra menyalahkan Ita karena ia melanggar mitos: mendaki gunung dalam keadaan haid. Namun, hal itu terbukti tidak benar, selepas mereka kembali turun dari Gunung Gede.

Diproduksi Starvision dari produser Chand Parwez Servia, dengan sutradara Azhar Kinoi Lubis, film "Petaka Gunung Gede" diangkat dari kisah nyata pendakian Maya Azka, yang naskah filmnya ditulis oleh Upi. Film "Petaka Gunung Gede" menghadirkan kisah persahabatan yang mengharukan antara Maya dan Ita. Ketika semua orang meragukan dan menyalahkan Ita, sebagai sahabat, Maya selalu ada dan percaya padanya.

Film ini menguak misteri tentang mitos yang selama ini dipercaya, serta mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya terjadi dengan Ita dan pendakian mereka ke Gunung Gede. Dengan melakukan syuting secara langsung ke Gunung Gede, film ini memberikan sajian visual indah dari pesona Gunung Gede, dibalut dengan horor menegangkan dan misteri yang perlahan-lahan dikuak hingga akhir.
"Kisah tentang "Petaka Gunung Gede" dari kisah pendakian Maya dan Ita pada 2007 ke Gunung Gede sebelumnya telah banyak diketahui oleh masyarakat kita, terlebih ketika cerita itu diangkat ke podcast dan telah ditonton hingga lebih dari 17 juta kali. Di film ini, Starvision menghadirkan cerita utuh yang belum pernah terungkap sebelumnya. Memberikan penjelasan tentang kejadian-kejadian yang dialami Ita, dibalut dengan unsur misteri yang akan membuat kita penasaran hingga akhir, apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang bertanggung jawab di balik peristiwa tragis ini. Semoga penonton Indonesia juga dapat belajar dari kisah persahabatan Maya dan Ita," kata produser "Petaka Gunung Gede" Chand Parwez Servia.

Sementara itu, sutradara Azhar Kinoi Lubis menambahkan, selain sisi misteri dan horor, film "Petaka Gunung Gede" juga menghadirkan sisi petualangan dan kisah drama dari persahabatan dua remaja SMA, Maya dan Ita.
"Film "Petaka Gunung Gede" akan memberikan pengalaman menonton yang akan membuat kita penasaran dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi terhadap Ita. Melalui skenario yang ditulis oleh Upi yang sebelumnya bekerjasama bareng saya di Film KAFIR Bersekutu dengan Setan (2018), di sini saya mencoba menempatkan sisi drama dengan persahabatan sejati dari Maya dan Ita sebagai bagian dari perjalanan emosional di film ini. Ketika sahabat kita mengalami peristiwa yang mengakibatkan krisis, apa yang bisa dilakukan? Terlepas dari tantangan yang mereka hadapi, Maya dan Ita membuktikan keduanya adalah sahabat sejati, bahkan ketika alam mereka sudah berbeda," kata sutradara "Petaka Gunung Gede" Azhar Kinoi Lubis.

Film ini sekaligus menjadi pengalaman perdana Adzana Ashel bermain sebagai pemeran utama di film horor. Film ini juga menjadi pengalaman bagi kedua bintang utama, Ashel dan Arla syuting sekaligus mendaki gunung secara nyata.

"Ini adalah film horor pertamaku, dan ini juga pengalaman pertamaku mendaki gunung. Jadi kami syutingnya benar-benar mendaki ke jalur Putri, Gunung Gede. Tentu menjadi tantangan yang sangat berat, tetapi saya melewatinya semua bersama para pemeran muda di film ini dengan menyenangkan. Teh Maya Azka juga banyak membantu saya untuk bisa memerankan dan menyampaikan cerita dari Ita. Menurutku kisah persahabatan antara Ita dan Teh Maya adalah salah satu sisi yang paling emosional di film ini,” kata pemeran Ita di film “Petaka Gunung Gede" Adzana Ashel.

"Di film ini, dua karakter perempuan memiliki peran yang besar dan justru mereka lah yang mendobrak tentang mitos yang selama ini dipercaya. Melalui persahabatan Maya dan Ita, saya juga ingin memperlihatkan betapa romantisnya kekuatan persahabatan," kata penulis skenario "Petaka Gunung Gede" Upi.

Chand Parwez Servia

Riza

Mithu Nisar

Sutradara Azhar Kinoi Lubis

Produser Eksekutif
Reza Servia
Amrit Dido Servia
Raza Servia

Produser Lini Erland Tanjung

Penulis Skenario Upi

Berdasarkan Kisah Nyata Maya Azka

Desain Produksi Iqbal Marjono

Penata Kamera Muhammad Firdaus, I.C.S

Penyunting Gambar Teguh Raharjo

Penata Suara Wuni

Perekam Suara Trisno Aril Pratama

Penata Musik Mikhael Alpha Beltsazar

Penata Warna Chressandy Rorimpandey

Penata VFX & Grafis In My Room

Penata Rias & Efek Ernaka Puspita Dewi

Penata Busana Pradani Ratna Pramastuti

Penata Peran
Arief Havidz
Panca Windu

Perancang Poster Alvin Hariz

Sahabat Sejati - Sheila On 7

Sebuah Kisah Klasik - Sheila On 7

Tentang Starvision

Starvision adalah salah satu rumah produksi Indonesia yang sukses dengan berbagai judul film populer dan telah menerima penghargaan bergengsi. Film-film seperti Virgin (2005), Heart (2006) dan Get Married (2007) adalah judul yang meraih box office tertinggi di bioskop Indonesia di tahun penayangannya.

Selain itu, karya Starvision kerap menjadi trendsetter dengan berbagai genre yang meraih kesuksesan, seperti The Tarix Jabrix (2008), Perempuan Berkalung Sorban dan Get Married 2 (2009), Laskar Pemimpi dan Kabayan Jadi Milyuner (2010), Purple Love dan Hafalan Shalat Delisa (2011), Perahu Kertas (2012), Cinta Brontosaurus (2013), Marmut Merah Jambu (2014), Ngenest (2015), Koala Kumal dan Cek Toko Sebelah (2016), Critical Eleven, Sweet 20 dan Susah Sinyal (2017),

Yowis Ben dan Milly & Mamet (2018), Yowis Ben 2, Ghost Writer, Dua Garis Biru dan Imperfect (2019), Yowis Ben 3 dan Yowis Ben Finale (2021), Keramat 2 dan Cek Toko Sebelah 2 (2022), Hati Suhita dan 172 Days (2023), juga Sinden Gaib, Dua Hati Biru, The Architecture of Love (TAOL), Sekawan Limo, Rumah Dinas Bapak, dan Modal Nekad (2024).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Dia: Musikal Epik Garin Nugroho, Nicholas Saputra Perankan Empat Karakter Lintas Zaman

Disutradarai oleh Yudha Mancha Prakasa, MV Nyanyian Timur adalah sebuah mahakarya visual.Diproduksi di Doss Guava XR Studio, salah satu studio Virtual Production terdepan di Indonesia,MV ini memadukan kemegahan layar LED raksasa dengan set asli.

MUSIKAL SAYAP CINTA HABIBIE & AINUN