Karena Film Selepas Tahlil, Epy Kusnandar Berwasiat Dimakamkan di Garut: “Berdampingan dengan Ibu Saya”


Jakarta, 9 Juli 2025 – Perannya sebagai sosok ayah yang jenazahnya bangkit kembali dalam film Selepas Tahlil ternyata memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi aktor senior Epy Kusnandar. Dalam sesi wawancara usai Gala Premiere film di XXI Epicentrum, Jakarta, 6 Juli 2025, Epy mengungkapkan bahwa perannya sebagai Hadi, sang ayah yang menyimpan rahasia keluarga dan terjerat kutukan, membuatnya merenung lebih jauh tentang kematian dan kehidupan setelahnya.

“Saya punya anak. Saya juga punya rahasia,” ungkap Epy dengan nada lirih. “Setelah menjalani peran ini, saya benar-benar merasa dekat dengan kematian, dan saya ingin ketika saat itu datang, saya bisa dimakamkan di Garut, di kampung halaman saya, berdampingan dengan ibu saya.”

Epy Kusnandar

Wasiat pribadi ini muncul bukan sebagai gimmick promosi, melainkan refleksi mendalam dari pengalaman syuting yang begitu menyentuh. Menjalani adegan sebagai jenazah yang bangkit dan berjalan, Epy mengaku merasakan betul beban emosional yang dibawa oleh karakter Hadi, sosok ayah yang tak hanya meninggalkan luka bagi keluarganya, tapi juga belum sempat menyelesaikan masa lalunya.


“Jadi orang mati yang harus hidup kembali itu rasanya menyakitkan sekali,” ujarnya. “Yang paling sulit justru saat disuruh tahan napas. Untungnya, saya dibimbing langsung oleh sutradara. Tapi rasa sesaknya itu, bukan cuma secara fisik, tapi juga emosional.”

Lebih lanjut, Epy mengatakan bahwa proses syuting film ini, dari awal hingga akhir, meninggalkan kesan yang tidak bisa ia jabarkan dengan kata-kata. “Yang paling saya ingat adalah prosesnya, dari A sampai Z. Hari ini, saya betul-betul merasakan perasaan yang susah diungkapkan,” ujarnya haru.

Disutradarai oleh Adriano Rudiman, Selepas Tahlil adalah film horor keluarga produksi BION Studios yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 10 Juli 2025. Film ini mengangkat kisah dua bersaudara, Saras dan Yudhis, yang diteror oleh jenazah ayah mereka sendiri yang bangkit karena wasiat terakhirnya tidak dipenuhi. Cerita film ini terinspirasi dari episode podcast horor viral Lentera Malam, dan mengeksplorasi tema tentang warisan rahasia, kutukan, serta rasa bersalah yang tidak sempat diselesaikan semasa hidup.

Peran Epy Kusnandar sebagai Hadi bukan hanya menjadi pusat konflik cerita, tapi juga cerminan bahwa terkadang, ketakutan terbesar bukan datang dari dunia lain, melainkan dari dalam keluarga sendiri. Dan bagi Epy, pengalaman tersebut meninggalkan jejak personal yang tak akan mudah dilupakan. Film Selepas Tahlil tayang serentak mulai 10 Juli 2025 di seluruh bioskop Indonesia.



 

CATATAN PRODUKSI

Judul                

: Selepas Tahlil

 

Sutradara         

: Adriano Rudiman

 

Penulis             

: Husein M. ATmodjo

 

Produser          

: Taufan Adryan 

 

Rumah Produksi 

: Bion Studios

 

Tanggal Tayang 

: 10 Juli 2025 (Bioskop)

 

Pemain            

: Aghniny Haque          

sebagai Saras 

                         

  Bastian Steel             

sebagai Yudhis

                         

  Epy Kusnandar          

sebagai Hadi 

                         

  Adjie N. A.                  

sebagai Setyo

                         

  Vonny Anggraini        

sebagai Ambar 

                         

  Diandra Agatha          

sebagai Dyah 

                         

  Abdul Rachman Hidayat

sebagai Ustad Zuhri

 

 

LOGLINE

 

Setelah ayah mereka menghilang di malam kematiannya, Saras dan Yudhis memulai perjalanan ke kampung halamannya, berharap memahami apa yang sebenarnya terjadi dan tidak mereka ketahui tentang masa lalu sang Ayah.

 

 

SINOPSIS 

 

Di malam kematian ayah mereka, Yudhis dan Saras bersiap untuk perpisahan yang tenang. Namun saat sang ayah tiba-tiba menghilang keesokan paginya, keduanya dihadapkan pada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Perjalanan yang membawa mereka kembali ke kampung halaman sang ayah. Di tengah usaha mereka memakamkan sang Ayah, perlahan rahasia yang selama ini tersembunyi justru terungkap. Perjalanan menguburkan sang ayah pun berubah menjadi pencarian akan pemahaman dan penerimaan.

 

 

 

 

 

 

 

TENTANG BION STUDIOS

 

BION Studios merupakan salah satu unit bisnis dari Visinema Group (Visinema) yang berfokus untuk memproduksi konten hyperlocal. Studio ini memiliki misi untuk menangkap ide-ide segar yang tumbuh dari budaya populer, tren yang sedang berkembang, dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. BION Studios memberikan ruang bagi cerita-cerita yang mungkin belum terdengar namun memiliki potensi besar untuk menggugah hati penonton.

 

BION Studios berkomitmen untuk memproduksi konten yang mengangkat cerita dari masyarakat untuk masyarakat sehingga penonton merasa lebih terhubung dengan apa yang mereka tonton.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Dia: Musikal Epik Garin Nugroho, Nicholas Saputra Perankan Empat Karakter Lintas Zaman

Disutradarai oleh Yudha Mancha Prakasa, MV Nyanyian Timur adalah sebuah mahakarya visual.Diproduksi di Doss Guava XR Studio, salah satu studio Virtual Production terdepan di Indonesia,MV ini memadukan kemegahan layar LED raksasa dengan set asli.

MUSIKAL SAYAP CINTA HABIBIE & AINUN