Langsung ke konten utama

Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) Raih 4 Nominasi Festival Film Tempo 2025, Jadi Karya yang Segar dan Berbeda Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) tayang mulai 22 Januari 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 14 Januari 2026 — Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) produksi BASE
Entertainment, Beacon Film, Refinery Media, dan didukung oleh Singapore Film
Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) secara
resmi terpilih masuk dalam nominasi Festival Film Tempo 2025. Sebuah festival film
tahunan yang menilai film-film Indonesia berkualitas.
Di Festival Film Tempo, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) total meraih 4 nominasi,
termasuk untuk Film Unggulan. Ketiga nominasi lainnya adalah Aktris Utama
Unggulan (Dian Sastrowardoyo), Aktor Utama Unggulan (Ali Fikry), dan Penulis
Skenario Unggulan (Diva Apresya, Gina S. Noer, Melarissa Sjarief).
Terpilihnya Esok Tanpa Ibu (Mothernet) dalam Festival Film Tempo 2025 juga
membuktikan bahwa film ini memiliki kualitas artistik yang segar dan berbeda dari
judul-judul film Indonesia yang tayang di bioskop. Selain itu, secara kekuatan tema
dan cerita Esok Tanpa Ibu (Mothernet) juga sangat relevan dengan perkembangan
sosial yang terjadi saat ini.
“Terima kasih kepada Festival Film Tempo 2025 yang telah memilih film Esok
Tanpa Ibu (Mothernet) dalam empat nominasi. Ini sangat berarti bagi perjalanan
film kami, dan semoga bisa menjadi salah satu ruang untuk memperpanjang ruang
pembicaraan tentang isu yang ada di film ini, tentang relasi keluarga dan bagaimana
peran teknologi di dalam kehidupan manusia saat ini,” ujar produser film Esok
Tanpa Ibu (Mothernet) Shanty Harmayn.
Sebelumnya, film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) juga telah berkompetisi di program
Vision Asia Busan International Film Festival (BIFF) 2025 di Korea Selatan. Di
festival tersebut, sekaligus menjadi momen world premiere. Selanjutnya, film ini
juga telah melakukan Indonesian Premiere dan berkompetisi di JAFF
(Jogja-NETPAC Asian Film Festival) 2025 pada Desember. Film ini turut
berkompetisi di program Indonesian Screen Awards.
Kini, dengan terpilihnya Esok Tanpa Ibu (Mothernet) di Festival Film Tempo 2025
juga membuktikan capaian artistik dan penerimaan secara kritis film yang menjadi
kolaborasi internasional.
“Bagi kami, Festival Film Tempo juga bisa menjadi ruang diskursus yang
mempertemukan antara sineas, penonton, dan juga kritikus. Tiga di antara berbagai
elemen ekosistem perfilman yang penting untuk pertumbuhan perfilman Indonesia,”

kata produser dan pemeran film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) Dian
Sastrowardoyo.
Sebelum tayang secara serentak di bioskop mulai 22 Januari 2026, film Esok Tanpa
Ibu (Mothernet) juga akan tayang lebih dulu di 10 kota di Indonesia, yakni: Jakarta,
Bandung, Samarinda, Makassar, Malang, Tangerang, Surabaya, Yogyakarta, Medan,
dan Palembang pada Sabtu, 17 Januari dan Minggu, 18 Januari 2026. Tiket dapat
dibeli di aplikasi M-Tix untuk Cinema XXI, aplikasi CGV, aplikasi Cinepolis, dan TIX
ID.
Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo,
Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bima Sena. Disutradarai oleh Ho
Wi-ding, naskah film ini ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa
Sjarief.
Ikuti perkembangan terbaru film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melalui akun
Instagram @base.id & @filmesoktanpaibu. Tonton film Esok Tanpa Ibu (Mothernet)
mulai 22 Januari 2025 di bioskop Indonesia.
***
Sinopsis
Rama (Ali Fikry) yang tak sejalan dengan Ayahnya (Ringgo Agus Rahman), dan
hanya dekat dengan Ibunya (Dian Sastrowardoyo) harus menghadapi situasi sulit
ketika Ibunya jatuh koma. Saat mulai terpuruk, Rama menemukan bantuan tak
terduga dalam i-BU: sebuah AI ciptaan temannya yang membuat Rama bisa melihat
wajah, suara, dan bahkan menjadikan AI tersebut alat bantu untuk merangsang kerja
otak Ibunya. Bisakah Rama mengobati kesepian dan menyembuhkan Ibunya lewat
bantuan AI?
Tentang BASE Entertainment
BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan
kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson
Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial
berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan
talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia,
termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang
perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival
Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal
Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi
orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s
Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan
produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik
global.
Tentang BEACON FILM
BEACON FILM adalah rumah produksi yang berbasis di Jakarta, didirikan oleh Dian
Sastrowardoyo, salah satu aktris Indonesia yang paling dikenal saat ini. Selain karier
aktingnya yang gemilang, termasuk dalam film ikonik Ada Apa Dengan Cinta?, Dian
juga mulai merambah dunia produksi dengan karya seperti Guru-Guru Gokil, yang
tayang perdana di Netflix. Pada tahun 2023, Dian bergabung dengan Rio Pasaribu
dan Hizkia Nararya untuk mendirikan BEACON FILM, membuka babak baru yang
menjanjikan bagi perfilman Indonesia. Mothernet, proyek perdana mereka, akan
menampilkan bakat dan visi mereka untuk membawa film-film berkualitas
Indonesia ke dunia internasional.
Tentang REFINERY MEDIA
Berpusat di Singapura, Refinery Media adalah salah satu rumah produksi untuk
program reality show di Asia. Dengan tim profesional berpengalaman dan talenta
kreatif terbaik, Refinery menggabungkan berbagai disiplin untuk menghadirkan
konten yang relevan dan digemari oleh penyiar maupun penonton.
Selama perjalanannya, Refinery telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di
antaranya “Best General Entertainment” dan “Best Adaptation of an Existing
Format” untuk Asia’s Next Top Model di Asian Academy Creative Awards 2018 dan
2019. Refinery juga memenangkan “Best Non-Scripted Entertainment” untuk musim
pertama The Apprentice: ONE Championship Edition di 2021. Terbaru, Refinery
memperoleh penghargaan “Best Editing” dan “Best General Entertainment Game/Quiz Programme” untuk SupermodelMe Revolution pada Asian Academy Creative Awards 2022.
Pada 2024, Refinery Media memperluas kiprahnya dengan meluncurkan X3D Studio
— studio virtual production terbesar di Asia Tenggara sekaligus studio virtual
production pertama di dunia yang mendapatkan akreditasi dari ARRI, berlokasi di Singapura.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Dia: Musikal Epik Garin Nugroho, Nicholas Saputra Perankan Empat Karakter Lintas Zaman

Disutradarai oleh Yudha Mancha Prakasa, MV Nyanyian Timur adalah sebuah mahakarya visual.Diproduksi di Doss Guava XR Studio, salah satu studio Virtual Production terdepan di Indonesia,MV ini memadukan kemegahan layar LED raksasa dengan set asli.

MUSIKAL SAYAP CINTA HABIBIE & AINUN