PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema.
Jakarta, 11 April 2026 — Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam
membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press
Conference film “Panggung Terlarang”. Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran
karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi
ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana
tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival
de Cannes.
Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP)
jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara
terstruktur—mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial
lintas platform dalam satu kerangka bisnis yang adaptif dan scalable.
Dalam tahap produksi, dua film panjang utama menjadi fondasi awal, yakni “Panggung
Terlarang” yang ditulis dan disutradarai oleh Bani Marhaen, serta “Pintu Belakang” yang
ditulis dan disutradarai oleh BW Purba Negara. Kedua proyek ini merepresentasikan
pendekatan sinematik yang kuat, reflektif, dan berakar pada realitas sosial.
Bintang Cahaya Sinema tengah menyiapkan sejumlah film panjang yang akan segera
memasuki tahap produksi, di antaranya “Broken Home” dengan penulis Evelyn Afnilia yang
diangkat dari kisah nyata dan banyak terjadi di sekeliling kita; “Paraji” dengan penulis BW
Purba negara ; “Petarung” dengan penulis Anggoro Saronto yang diangkat dari kisah nyata
dari perjalanan hidup Dr. Hj. Titik Prasetyowati Verdi, S.H, M.H, juara dunia karate, serta “Di
Sini Bukan Rumahku: The Story of Hanako” yang di angkat dari kisah nyata Hanako yang
ditulis oleh Tisa TS. Film Aku Harap Ibu Kembali, yang ditulis dan disutradarai oleh Keny
Gulardi. Rangkaian proyek ini menghadirkan spektrum narasi yang kuat—mengangkat isu kemanusiaan, dekat dengan kita, tentang ketahanan individu, peran perempuan, serta nilai-
nilai kultural yang memiliki resonansi universal.
Selain film panjang, perusahaan juga mengembangkan karya film pendek sebagai bagian
dari strategi eksplorasi kreatif dan penguatan talenta dan siap berkompetisi di ajang festival
nasional dan international, Film pendek berjudul “Boru Ni Raja” diproduksi melalui
kolaborasi dengan BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba) di bawah kepemimpinan
Jimmy Panjaitan selaku dirut BPODT, sebagai upaya mengangkat potensi budaya dan
pariwisata berbasis kearifan lokal dan perjuangan hidup seorang Ibu. Sementara itu, “Lost
Childhood” menjadi proyek penting sebagai debut penulis sekaligus sutradara Rizka
Shakira—produser dari Women from Rote Island—yang sekaligus menandai kemunculan
talenta baru melalui penampilan Nika sebagai pemeran utama di dalam film ini dengan
Analia Trisna sebagai co-producer.
Partisipasi dalam Marché du Festival de Cannes menjadi langkah strategis dalam membuka
akses terhadap jejaring global—mencakup peluang co-production, distribusi internasional,
serta kemitraan investasi. Dengan pendekatan kuratorial yang terukur, Bintang Cahaya
Sinema tidak hanya membawa karya, tetapi juga membangun positioning konten Indonesia
sebagai bagian dari percakapan industri film dunia.
Melalui penguatan riset pasar, diversifikasi genre, serta kolaborasi lintas sektor, perusahaan
menempatkan film sebagai aset kreatif yang memiliki nilai artistik, ekonomi, dan kultural
secara simultan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem
industri yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya saing global.
Adapun Press Conference diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2026, bertempat di Resto
Gili Asian Cuisine, Bekasi, dengan registrasi media dimulai pukul 12.30 WIB dan acara
utama berlangsung pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Bintang Cahaya Sinema memandang media sebagai mitra strategis dalam membangun
narasi publik, memperluas jangkauan, serta mengakselerasi apresiasi terhadap karya.
Sinergi ini menjadi elemen penting dalam memperkuat eksistensi dan relevansi sinema
Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Catatan Produksi
Judul Film : Panggung Terlarang
Produksi : Bintang Cahaya Sinema
Produser : Rizka Shakira
Sutradara : Bani Marhaen
Penulis : Bani Marhaen
Cast :
Irma Rihi sebagai Via
Andriyan Didi sebagai Gin
Agoye Mahendra sebagai Kio
Hakiki Kamil sebagai Beni
Widya Amor sebagai Kanaya
Salsabila Zahra sebagai Dinda
M. Iqbal sebagai Pak Rahman
Amanda Gondowijoyo sebagai Ibu Kantin
Tentang Bintang Cahaya Sinema
Bintang Cahaya Sinema adalah perusahaan produksi film yang berfokus pada
pengembangan konten sinematik berbasis narasi kuat, dengan pendekatan strategis yang
mengintegrasikan nilai kreatif, komersial, dan kultural, serta berorientasi pada pasar
nasional dan internasional.
Komentar
Posting Komentar